There are currently 107 movies on our website.

Nonton Jav Dillion Carter Gets Rammed Hard On Bed So Hot

4
( High Quality )

Nonton Jav Dillion Carter Gets Rammed Hard On Bed So Hot .Anton yang secara diam-diam dikagumi oleh asisten dosen dikampusnya, pada akhirnya asisten dosen itu bisa menyalurkan kekagumanya dengan berhubungan sex bersama Anton yang tak lain adalah mahasiwa dikampusnya. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Aku anton, usiaku 19 tahun, pada malam ini aku akan menceritakan kisah sex mesumku yang aku anggap memicu adrenalin dan butuh mental dalam melakukan hubungan sex ini. Pada saat itu tepatnya pada hari rabu bulan Januari 2017 pada siang itu sepulang kuliah aku merasa sanagt lapar sekali, mungkin saja rasa laparku karena kebanyakan mikir kali yah saat kuliah tadi.

Sebenarnya siang hari itu aku ingin sekali langsung pulang untuk beristirahat dirumah, tapi apa daya perut sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Kebetulan sekali gedung kuliahku tidak jauh dari kantin dan pada akhirnya akupun menyempatkan untuk mengisi perut di kantin untuk makan dan minum. Siang hari itu aku melihat kantin dipenuhi oleh para mahasiswi.

Dikantin aku melihat banyak sekali para mahasiswi saling berbincang dan tertawa lepas seakan tidak memiliki beban. Sesampainya dikantin aku-pun langsung memesan makan dan minum. Sesaat aku menunggu makan dan minumanku pada akhirnya datang juga pesananku. Tanpa banyak bicara aku-pun menyantap makananku sembari melihat-lihat pada gadis, itung-itung cuci mata, hhe.

Dikantin itu aku yang tadinya lelah kini menjadi kini menjadi bergairah lagi, entah itu karena aku sudah makan atau karena gara-gara banyak gadis cantik dikantin itu, hhe. Terus menerus mataku berpindah-pindah melihat para gadis. Sampai pada akhirnya mataku terhenti pada sesosok wanita yang usianya kira-kira 30 tahun keatas sedang memandangiku.

Saat itu spontan aku membuang muka dan pura-pura tidak tahu kalau ada seorang wanita yang memandangiku, sekilas saat aku melihat wanita itu bertubuh sintal, tinggi badansedang, putih dan lumayan cantik. Aku sengaja membuang pandanganganku untuk menghindari tatapan matanya yang serius kearahku, yah bisa dibilang aku jual mahal sedikitlah, hhe.

Upsss… namun apa yang terjadi, tidak lama setelah aku membuang muka tiba-tiba aku dibuat terkejut oleh suara seorang wanita yang telah berdiri didepan tempat duduk-ku,

“ Ehemmm… sendirian aja yah dek, mbak boleh nggak duduk disebelah kamu,” ucapnya sembari duduk dikursi depanku.

“ I… iya silahkan mbak lagian juga kosong kog tempat duduknya, ” jawabku dengan expresi wajah terkejut.

Setelah wanita itu duduk didepanku, diapun memulai dengan megajak aku berbincang. Pada awalnya memang pembicaraan kami agak kaku, namun lama-kelaman obrolan kamipun mulai nyambung dan nyaman. Sampai pada akhinya dia-pun memperkenalkan namanya dengan nama Mbak Herna dan juga memperkenlakna namaku dengan nama Anton. Ditengah obrolan kami saat itu mataku entah mengapa ingin rasanya memandangi tubuh Mbak Herna.

Maka dari itu sembari mengobrol matakupun curi-curi pandang kerah buah dadanya dan bagian lainya yang bisa kulihat saat itu. Dari hasil curi-curi pandangku, kutafsirkan ukuran payudaranya lumayan besar dan kencang. jika aku melihat dari luar sih ukuran branya sekitar 34B,hhe. Selain payudaranya yang montok Mbak Herna juga mempunyai body yang sintal dan berkulit putih mulus, benar-benar buat aku fresh lagi deh para pembaca mbak Mbak Herna ini.

Pada tubuhnya yang sintal itu ukuran pinggangnya juga langsing guest, pinggangnya ramping pokoknya mantap deh. Singkat cerita dari perkenalan dikantin kampusku itu, belakanga ini ternyata dia adalah asisten dosen yang baru 2 bulan mulai menjadi asisten dosen dikampusku. Dalam perkenalan itu, kami-pun menjadi akrab bahkan kami salin tukar pin bb dan nomer handphone. Hampir setiap hari kami telfon ataupun chating, sampai-sampai aku lupa jika usia mbak Mbak Herna lebih tua dariku.

Pada hari kamis tepatnya seminggu setelah perkenalan kami saat aku pulang kuliah, tidak sengaja aku melihat mbak Mbak Herna sedang berdiri didepan pintu keluar kampusku, entah dia sedang menunggu jemputan atau menunggu taxi untuk pulang. Pada siang hari dengan terik matahari yang sangat panas sekali mbak mbak Herna berdiri didepan pintu keluar kampusku.

Melihatnya aku tidak tega, maka aku dengan mobil sedan kesanganku-pun menghampiri dan dengan hati yang tulus aku-pun menwarkan dia untuk aku antarkan pada tujuannya,

“ Mbak, kog panas-panas gini berdiri disini sih ??? lagi nunggu jemputan yah ???, ” tanyaku basa-basi.

“ Jemputan ??? siapa yang mau jemput mbak, orang mbak lagi nunggu taxi, lama banget nih Nton nggk dating-dateng, ” ucapnya dengan wajah yang agak kesal karena lama menunggu taxi yang tidak kunjung tiba.

“ Emmm, gimana kalau aku antar aja mbak, mumpung aku udah nggak ada kuliah lagi nih, ” ucapku.

“ Yaudah deh boleh Nton, tapi mbak nggak ngerepotin kamukan ???, ” tanyanya memastikan jika aku bersedia mengantarkanya.

“ Iya mbak, yaudah cepetan buruan naik deh, kasihan banget mbak mukanya ampe merah gitu kena matahari, ” ucapku.

Kemudian mbak Mbak Herna-pun segera naik kemobilku , kemudian aku-pun menancap gas dengan arahan yang diberitahukan Mbak Mbak Herna yang tujuanya adalah kerumahnya. Dalam perjalanan menuju rumahnya, didalam mobil sesekali mataku mencuri-curi pandang kearah buah dada-nya yang montok itu, pada saat itu kebetulan sekali Mbak Herna memakai yang sexy.

Kaos mbak Herna yang sexy dan ketat itu secara tidak langsung memperlihatkan bayangam BH yang terbungkus oleh kaos ketatnya yang berleher rendah itu. Terus terang saja aku semakin sering mencuri pandang kearah payudara mbak Herna, selain terlihat Bhnya yang terbungkus kaos ketatnya, saat itu belahan dadanya-pun sesekali terlihat olehku ketika dia bergerak.

Sungguh benar-benar pemandangan yang hot para pembaca. Tanpa sadar saat aku mencuri-curi pandang, ternyata mbak Herna mengetahui jika aku tadi melihat kearah buah dadanya,

“ Eheeemmm… nyetirnya yang focus dong Nton, jangan sedikit-sedikit melihat kearah mbak, nanti kalau nabrak gimana coba???,” tegurnya pura-pura marah.

“ Enggak lihatin mbak kog aku, akukan lihat kaca spion kiri mbak biar tahu ada kendaraan apa nggk dari sebelah kiri ,” jawabku sekenanya sembari menerukan perjalanan.

“ Sudahlah mengaku saja, kamu lihat ini mbak kan tadi ??? lagian ngapain kamu lihat-lihat ini mbak, toh bentuknya juga sama aja kayak punya pacar kamu, hhe.. ” ucapnya tanpa ragu-ragu dengan tersenyum nakal.

Saat itu aku benar-benar merasa malu dan menjadi salah tingkah. Dalam perkenalan kami selama seminggu kami memang sudah sama-sama mengetahui tentang status masing-masing. Setelah beberapa waktu kami melakukan perjalanan, tidak terasa kamipun sudah sampai didepan rumah mbak Herna yang ternyata rumahnya mewah sekali.

Sesampainya didepan rumah mbak Herna-pun membuka pagar rumahnya dan dia mengajaku untuk singgah dirumhanya dulu,

“ Ayo Nton mampir kerumah mbak dulu, mbak ingin ngobrol-ngobrol sama kamu sekalian mampir minum dulu,” pintanya kepdaku. Tanpa berfikir panjang aku-pun mengiyakan ajakanya itu.
Kemudian aku-pun memasukan mobilku dihalaman rumahnya yang lumayan luas itu. Kemudian kamipun jalan bersama menuju dalam rumahnya,

“ Silahkan duduk Nton, mbak ganti baju dulu yahsekalin buatkan minum buat kamu, ” ucapnya.
“ I.. iya mBak silahkan, ” jawabku singkat.

Kira-kira 5 menit Mbak Herna-pun keluar dengan membawa minuman dengan sudah berganti pakaian kaos tanpa lengan dan mengenakan rok mini diatas lutut. Dalam hati berkata , wuih… benar-benar mulus dan sexy sekali mbak herna ini. Saat itu fikiranku menjadi tidak karuan melihatnya mbak Herna yang seperti itu.

Dengan jelas aku melihat sedikit dari sela ketiaknya yang bersih putih BH-nya yang berwarna hitam, ditambah lagi dengan pakaian yang seperti itu payudara mbak Herna semakin terlihat montok. Belum lagi kakinya yang putih dan indah itu, bikin Anton junior makin nggak karuan aja deh para pembaca.
Lalu mbak Herna-pun menghampiriku dan memberikan minuman kepadaku,

“ Maaf ya Nton mbak agak lama ganti bajunya, ini minumannya silahkan diminum, ” ucapnya memberikan minuman sembari membungkuk.

“ Nggak papa kog mbak santai aja kalau sama aku, hhe… Oh iya kog rumah sepi mbak ? emangnya suami, anak, atau pembantu mbak pada kemana ???, ” tanyaku basa-basi sekaligus memastikan kondisi rumah kosong.

“ Suami mbak udah seminggu ini tidak pulang karena kepentingan bisnis, kalau anak mbak masih sekolah dan pembantu juga lagi pulang kampung. Emangnya kenapa kamu Tanya-tanya kayak gitu Nton, ” jawabnya sekaligus bertanya balik kepadaku.

“ Nggak papa kog mbak, cuma Tanya aja, hhe…, ” jawabku sekenanya.

Sambungku,

“ Oh iya mbak, emangnya mbak nggk boring apa dirumah sebesar ini sendirian, dan kalau lagi sepi begini biasanya mbak ngapain dirumah, ” tanyaku basa-basi lagi sembari sesekali pandangan mataku mengarah pada pahanya yang mulus.

“ Palingan yah begini aja nton, kalau nggak nonton TV yah biasanya mbak putar Video begituan, ” jawabnya dengan senyum menggoda.

Pada saat kami mengobrol posisi duduk Mbak Herna berubah-ubah, sesekali pada saat mbakHerna berganti posisi duduk sela paha tengahnya terlihat olehku. Bahkan saat itu aku sempat melihat celana dalamnya, yah walaupun Cuma sekejap saja. Hal itu membuatku fikiraku makin tidak karuan saja, Ingin sekali rasanya aku mengosok-gosok kewanitaan mbak Herna.

Dalam obrolan tadi aku penasaran ketika dia mengatakan Film begituan, sebenarnya aku sudah tahu maksudnya, namun entah mengapa timbulah niat isengku untuk menanyakan tentang perkataanya tadi,

“ Emang Film begituan tuh apa sih mbak ???, ” tanyaku pura-pura bodoh.

Saat itu Mbak Herna sejenak terdiam, setelah sesaat terdiam tiba-tiba mbak Herna menyalakan Tv dan Dvd dengan remot yang ada dibawah meja ruang tamunya. Ohh astaga ternyata benar seperti yang aku fikirkan, mbak Herna memutarkan film porno para pemcaca. Pada saat itu aku cukup terkejut sembari memandang Mbak Herna,

“ Ini yang biasa aku tonton Nton biar aku betah dirumah dan nggk boring, udahkan kamu udah nggak penasarankan ? ucapnya sembari tersenyum, kemudian TV dan Dvd dimatikan lagi.

Saat itu perasaanku sungguh tidak karuan, yang kurasakan saat itu antara gairah sex yang memuncak dan rasa tidak enak. Namun karena suasana mendukung aku-pun memberanikan diri untuk menggodanya,

“ Ouh itu ya mbak, emmm… biar mbak mbak nggak boring gimana kalau sekrang kita nonton film itu barengan ? ucapku menggoda.

Saat itu kejantananku sudah ereksi maksimal, bahkan rasannya kepala kejantanku sudah basah sedikit, hhe…
“ Hemmm… kamu tuh maunya… ntar kalau mbak nyalain kamu bingung ???, ” ucapnya.

Sungguh saat itu sudah tidak karuan rasanya, rasanya ingin sekali aku perkosa mbak herna pada waktu itu,
“ Enggak… coba aja nyalain lagi filmnya kalau mbak berani, ” tantangku.

“ Terus kalau udah dinyalain kamu mau ngapain, emangnya kamu berani ngelakuin kayak di film itu , ” jawabnya semakin berani saja.

“ Berani dong kan aku pejantan tangguh mbak, hahaha… dan lihat aja nanti aku bakal ngapain, soalnya aku udah gemes banget melihat kamu mbak,” jawabku menantang.

Saat itu mbak Herna hanya tersenyum diiringi dengan wajahnya yang memerah. Kemudian tanpa banyak biacara lagi mbak Herna menekan tombol remote dan kini terputarlah kembali film porno yang hot itu. Lalu mbak Herna-pun dengan sengaja merapatkan duduknya disampingku lalu dia berbisik,

“ Nton, sebenarnya udah lama mbak perhatikan kamu ketika kamu makan dikantin, tapi kamu…., ”

Belum sempat dia meneruskan perkatanya aku sudah menyambar bibirnya dengan bibirku, diluar dugaanku ternyata mbak herna langsung merespon ciumanku dengan membalas mencium bibrku dengan ganas dan buasnya. Hampir saja aku tidak bisa bernafas karena ciuman ganasnyaitu. Sementara bibir kami berpangutan, tanganku dengan cekatanya langsung bergerilia ketubuhnya.

Kuraba mulai dari pinganya, sampai pada akhirnya taganku berhenti pada kedua payudaranya yang sudah aku idamkan dari tadi. Aku sempat melirik memastkan jika tnagnku sudah berada di kedua payudaranya. Saat itu dengan lembut aku meremas payudara Mbak Herna yang masih terbungkus baju ketatnya. Kuremas pelan dan makin lama makin kencang remasanku.

Kulihat mbak herna semakin bernafsu saja, aku mengetahui dari ciumannya yang semkain ganas diiringi dengan hembusan nafasnya yang memburu,

“ Ouhhhh…. Euhhhh…Eummmmmmm…, ” lenguhan mbak herna tertahan karena kami masih berpangutan.

Mengetahiui mbak Herna semakin bernafsu, aku-pun menghentikan ciuman kami, lalu aku mengajal mbak Herna untuk berpindah di bawah yaitu di karpet bawah sofa. Setealah itu kamipun meneruskan ciuman kami dengan liarnya. Kini posisiku menindih mbak Herna. Sembari bibir kami gerus berpangutan, tanganku-pun mulai bergerilia kedalam kaosnya.

Dengan perlahan tanganku mulai bergerilia dari leher kaos ketatnya, sampai pada akhirnya tanganku-pun masuk kedalam balik Bh-nya dan menemukan sasaranya, yaitu sepasang gunung kembar. Kuremas-remas dengan tangan kananku, kini tanganku secara langsung meremas payudara mbak Herna, sungguh terasa kenyal dan padat sekali.

Sesekali putting mbak herna kau plintir-plintir, kurasakan payudara Mbak Herna mulai mengeras dan sementara itu mulutku masih dikuasai oleh ganasnya lidah mbak Herna. Aku yang semakin bernafsu, segera kuhentikan ciuman kami, lalu tanganku melucuti kaos dan BH Mbak Herna. Kini Mbak Herna sudah telanjang dada dan kinidia tinggal memakai rok mininya.

Sejenak aku takjub dengan payidara yang sudah tidak terbungkus sehelai benangpun, sampai-sampai aku tidak berkedip melihatnya. Sungguh luar biasa sekali payudara wanita beranak satu ini, sungguh kencang, kenyal, putih, bahkan tanpa selulit sedikitpun. Bahkan jika kubanfdingkan dengan pacarku, payudara mbak Herna lebih indah dan lebih kenyal, sungguh luar biasa.

Lalu dengan akupun menjilati area payudara mbak Herna, sesekali putting susunya aku hisap dan kugigit pelan. Putting susunya sungguh indah, puttingnya berwarna agak kemerahan membuat semakin payudaranya semakin indah, beda sekali dengan payidara pacarku. Mulutku denganliarnya mnjilat dan menghisap putting Mbak Herna,

“ Sssssshhhh… Ouhhhhhhhhhh… terus Nton jangan berhenti… Ouhhh… Ssssshhh… Ahhhh…, ”desah liarnya.

Mbak Herna mengerang tidak karuan, sementara aku-pun semakin hencar memainbkan payudaranya dengan mulutku. Tanganku tidak begitu saja, taganku kini mulai mencoba melucuti rok mini dan celana dalam Mbak herna sembari mulutku terus memberi rangsangan pada payudaranya. Namun saat itu dia memegang tanganku dengan erat dan berkata,

“ Biar aku yang melepaskan rok dan celana dalamku nton, kamu teruskan saja permainanmu dan rabalah seluruh tubuhku… Ouhhhh…, ” ucapnya dengan penuh nafsu.

Aku kira dia menolak untuk kulucuti rok dan celana dalamnya, ternyata dia sendiri tidak mau kalau aku tidak focus pada permainanku pada payudaranya dan tubuhnya. Dengan posisi masih menindih Mbak Herna, kurasakan kejantananku semakin membesar saja, sampai kejantananku hampir keluar dari celanaku,

“ Mbak aku lepas baju celana dan celana dalamku dulu yah biar kita sama-sama telanjang,” ucapku semabri menghentika permainaku sejenak.

Saat itu mbak Herna hanya mengangguk, dan akupun mulai melepaskan semua kain yang menempel ditubuhku, danalhasil kini aku telanjang bulat. Setelah sama telanjang akupun kembali menindih Mbak Herna, sembari berciuman aku menggesek-gesekan penisku keperut mbak Herna dan beralih pada bibir kewanitaan Mbak Herna.
Nampaknya Mbak Herna sudah tidak bisa menahan diri lagi dengan permainanku. Tiba-tiba Mbak Herna memeluku erat dan tubuhnya mengejang,

“ Eughhhhhhhhhh…..Ssssssssshhhhh… Ahhhhhhhhhhh…. Aku keluar nton… Ouhhhh, ” desahnya diiringi dengan orgasme pertamanya.

“ Ayo nton masukin sekarang kontol kamu ke memek aku, aku udah nggak tahan, ” pintanya memelas.
Belum sempat aku menjawab, tangan Mbak Herna sudah meraih kejantanku yang sudah tegang maksimal dan diarahkan kedalam liang vaginanya. Dia mengesek-gesekan penisku pada bibir keanitanya, setelah itu akupun meresponya dengan segera menuskan penisku kedalam liang senggama mbak Herna, dan,

“ Zlebbbbbbbbbbbb… Ouhhhhhhh…, ” desahku.

Pada akhirnya terbenamlah kejantanku kedalam liang senggama mbak Herna yang sudah becek dengan lender kawinya,

“ Euuuggghhhh… Ouhhhhhhhhhhh enak Nton ayo genjot memek aku…, ” pintanya.

Tanpa menjawabnya aku-pun kemudian memaju mundurkan penisku dengan perlahan, kulihat wajah Mbak Herna meringis menahan laju kejantananku di memeknya yang sudah becek itu. Secara terus menerus aku menusuk liang senggama mbak Herna, dia hanya pasrah dengan gerakan penisku yang menjelajahi liang senggamanya,

“ Plak… pyekkk… Plak… Plak… pyekkk… Plakk… Plak… Plak…, ” bunyi tusukan penisku didalam kewanitaan mbak herna yang sudah basah sekali oleh lender kawinya.

Aku merasakan kejantananku seperti terjepit oleh otot-otot vagina mbak Herna, walaupun terlihat tubihnya tidak bergerak namun otot vaginya kuat sekali menjepit kejantananku. Masih dengan gaya Man On Top aku memompa vagina mbak Herna dengan liarnya. Kini gerakankiu semakin kupercepat,

“ Ouhhh… Sssshhh… Yeahhh… enak Nton… terus seperti itu Nton… Ouhhh…,” pintanya penuh gairah.

“ Ssssshhh… Ouhhhh… Iya Mbak… Ouhhhh… Sssss… Ahhhh…, ” jawabku diiringi desahanku.

Setelah 15 menit kejantanku keluar masuk dariliang senggama Mbak herna, mulailah kurasakan denyutan-denyutan pada kejnatananku. Dan kiniMbak Herna perlahan mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur mengikuti tusukanku. Sembari terus bersenggama tanganku tidak tinggal diam, kuremas dan kuplintir-plintor paudara mbak Herna yang besar dan kenyal itu,

“ Oughhhhhhh… Sssshhh… enak Nton, aku mau keluar lagi Nton, Ahhhhhhhhh…, ” ucapnya.

“ Tahan dulu mbak, aku juga mau keluar nih, kita keluarin sama-sama yah, ” ucapku.

Aku semakin liar memaju mundurkan kejantananku menusuk-nusuk memeknya, semakin basah kurasakan memek mbak Herna. Suara kecipak lendir kawin dari memek Mbak Herna saat kutusuk membuatku semakin bergairah,
“ Mbak Herna, aku mulai nggak mau keluar nih… Ahhhhhhh… Ssssshhhhh…,” ucapku sambil terus kutusuk memek mbak Herna, tidak lama kemudian,

Dan tidak lama kemudian tubuh Mbak Herna dan tubuhku mengejang, tangan Mbak Herna memelukku erat dan kakinya melingkar dipinggangku, lalu,

“ Crottttttttt… Syurrrrrrrrrrrrrrrrr…. Crottttt…Crottt…, ”

Pada akhirnya secara bersamaan kamimendapatkan orgasme. Lendir kawin mbal Herna dan Spermaku bercampur menjadi satu didalam Rahim Mbak Herna. Spermaku mengucur deras, begitu juga lender kawinmbak Herna. Kami sama-sama merasakan kenimatan yang luar biasa. Tanganya yang memeluk erat tubuhku dan kaki Mbak Herna yang melingkar pada pinggangku mengiringi kenikmatan hubungan sex kami.

Desahan keras dan panajng mbak Herna terdengar binal sekali. Setelah kami menikmati puncak kenikmatan kami, masih dengan posisi penis didalam liang senggama mbak Herna kami-pun berpagutan. Sungguhsiang hari itu terasa hot dan nikmat sekali. Setelah aku-pun melepaskan kejantananku dariliang senggama mbak Herna.
Karena mbak Herna berkata sebentar lagi anaknya akan pulang dari sekolah, kamipun saat itu hanya melakukan hubungan satu ronde saja, sejenak kami menghela nafas. Setealah 10 menit kamimengehela nafas, kemudian kamipun segera pergi kekakamar mandi untuk membersihkan tubuh dan merapikan diri.

Singkat cerita setealah kami sudah berbusana lagi, akupun berpamitan pulang agar tidak ketahuan oleh anaknya mbak herna yang sudah kelas 2 SMP. Dari hubungan sex pada saat itu, sampai kini hubunganku dengan Mbak Herna-pun masih berlanjut.Aku berharap hubungan kami terus berlanjut dan semoga hubungan kami tidak diketahui oleh pacarku ataupun anak dansuami Mbak Herna. TamaT.

127 views
FILM DETAILS 4 months ago
Nonton Jav Dillion Carter Gets Rammed Hard On Bed So Hot

Genre: BARAT

Release: -

Director: -

Cast: Dillion Carter Gets Rammed Hard On Bed

Tags: , , , , ,

COMMENTS Would you like to comment?