There are currently 115 movies on our website.

Girl My Big Tits Pacar Dimainkan Film Porno Mihane Yuuki

4
( High Quality )

Girl My Big Tits Pacar Dimainkan Film Porno Mihane Yuuki.Hai, aku adalah Yeni, istri Andi. Ini adalah kali pertama aku menulis kisahku dalam blog ini. Andi mendorongku untuk menuliskan pengalaman seks kami agar pembaca juga dapat merasakan dan melihat dari perspektif wanita. Andi menolong untuk melakukan editing terhadap tulisanku ini agar warna tulisan dan gaya bahasa dari blog ini tidak terlalu berbeda. Mohon maaf jika penulisanku tidak sebaik Andi yang memang sudah terbiasa menulis.

Dua bulan lalu yang lalu, aku dan suamiku berkesempatan untuk pergi lagi ke Tokyo, Jepang. Saat itu musim panas di Jepang belum mencapai puncaknya sehingga cuaca masih nyaman. Seperti biasa, kami telah merencanakan beberapa aktivitas seks di sana. Beberapa aktivitas seperti mandi telanjang bulat di onzen (pemandian air panas khas Jepang) bahkan pesta seks sudah pernah kami pada kunjungan kami ke Jepang sebelumnya. Namun karena pesta seks yang diorganisir oleh sebuah EO (event organizer) tersebut dilakukan di onzen yang berada di alam terbuka, maka aktivitas tersebut selalu memberikan sensasi tersendiri bagi kami. Untuk itu kami pasti tidak akan melewatkan hal ini jika kami ke Jepang. Jauh-jauh hari, aku sudah melakukan kontak dengan EO tersebut. Kali ini pesta yang akan diadakan pada hari-hari kami akan ada di sana, akan dilakukan di sebuah kota kecil kira-kira 1,5 jam dari Tokyo dengan menggunakan bis. Untuk pengalaman ini, aku atau Andi akan menceritakannya dalam kesempatan yang lain.

Kami antusias dengan perjalanan kali ini, karena kali ini kami akan bertemu dengan seorang teman kami di Tokyo. Teman kami, seorang pria yang pernah kami kenal dalam sebuah pesta seks di Bali, adalah seorang sutradara JAV (Japanese Adult Video). Seperti yang diketahui, di Jepang film porno adalah sebuah aktivitas yang semi legal. Memang ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi seperti mengaburkan gambar alat kelamin ketika melakukan intercourse. Kali ini dia akan bertemu dengan kami dan akan mengajak kami untuk melihat proses pembuatan film itu. Ini yang membuat kami bersemangat. Kapan lagi bisa melihat pembuatan film porno dengan mata dan kepala sendiri? Itu juga yang membuat kami bahkan sampai menyesuaikan jadwal keberangkatan kami dengan jadwal sang sutradara; sebut saja namanya Hiromi.

Perjalanan tengah malam selama tujuh jam dari Jakarta ke Tokyo, kami lalui dengan tidur di pesawat. Segera setelah kami mendarat di Narita, kami menghubungi Hiromi untuk memberitahukan bahwa kami telah sampai di Jepang. Dua hari pertama, kami habiskan untuk melakukan aktivitas yang lain (termasuk pesta seks di onzen). Baru pada hari ketiga kami akan bertemu dengan Hiromi.

Di hari yang kami tunggu itu, kami bangun pagi-pagi. Nafsu seks kami, terutama aku, sudah meninggi. Aku sengaja mengenakan celana pendek dan tank top. Aku hanya mengenakan g string. Aku sudah tidak mengenakan BH, dan hanya menutupi tank topku dengan sehelai jaket putih tipis. Andi hanya tersenyum-senyum saja melihat hal itu, karena dia sudah mengetahui betul nafsu, fantasi dan keliaranku. Aku beruntung memiliki suami yang selain memiliki ‘hobby’ yang sama, juga memiliki pengertian dan penerimaan yang tinggi terhadap ke’binal’anku. Kami memesan tiket bis untuk pergi ke kota yang ditunjukkan oleh Hiromi. Satu setengah jam perjalanan menuju kota yang berada di kaki gunung ini tidaklah terasa. Kami memilih bangku bis yang paling belakang. Kebetulan saat itu, tidak banyak penumpang. Andi memutarkan film-film porno Jepang di Ipadnya. Sebagai pemanasan katanya. Jujur melihat film porno Jepang adalah sesuatu yang biasa buat kami berdua. Namun hari itu, film-film tersebut walaupun sudah pernah kami tonton, membangkitkan birahi yang berbeda, mungkin karena kami sudah membayangkan apa yang akan jumpai sebentar lagi. Andi selalu lebih terangsang jika melihat film porno Jepang. Aku menduga karena memang dia selalu senang melihat wanita dengan rambut kemaluan lebat (itulah sebabnya aku selalu mempertahankan kelebatan rambut kemaluanku), sementara wanita Jepang memang pada umumnya selalu memiliki rambut kemaluan yang lebat; termasuk ketika mereka bermain dalam film porno. Aku melihat Andi sudah mulai ereksi. Di belakang bangku itu, aku mulai membuka celananya dan menelusupkan tanganku ke penisnya yang mulai menegang. Aku mengingat saat-saat ketika aku hanya berhubungan seks dengan suamiku, penis ini selalu membuat aku terangsang. Ukurannya hanya sedikit di atas normal orang Indonesia, tidak spektakuler. Kekerasannya saja yang memang agak luar biasa. Aku bisa mengatakan hal ini, karena aku sudah merasakan berbagai macam penis setelah kehidupan seks kami terbuka bebas. Aku pernah merasakan penis orang Timur Tengah yang besar dan keras, orang Barat yang besar namun lunak, orang Jepang dan Thai yang tidak berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia dan sebagainya.

Andi mulai juga menelesupkan tangannya ke vaginaku. Jelas aku mulai basah. Kami makin terangsang, ketika ada seorang wanita muda yang duduk di sebelah bangku kami. Kami tidak menghentikan permainan ini, hingga aku mencapai orgasme. Wanita muda itu mengetahui aktivitas kami, namun dia tetap tidak berpindah tempat duduk. Bagi sebagian besar orang Jepang, seks memang bukanlah hal yang tabu atau ditutupi. Tak berapa lama kemudian, kami sampai di tujuan. Hiromi sempat mengirim pesan ke whatsaap kami, bahwa dia mungkin sedikit terlambat menjemput di stasiun.

Begitu kami turun dari stasiun, aku dan Andi segera pergi ke toilet. Aku membersihkan vaginaku yang masih berlendir. Aku mencuci g-stringku dan kemudian memasukkannya ke dalam kantong plastik. Karena aku tidak membawa cadangan, aku memutuskan untuk tidak mengenakan celana dalam (ini hanya alasanku saja, karena sebenarnya aku memang sudah merencanakan akan pergi ke tempat shooting dengan tanpa celana dalam :D). Begitu kami selesai dari toilet, Hiromi sudah tiba dengan sebuah mobil van. Setelah berbasa-basi sejenak (tentunya tidak bisa lama-lama karena Hiromi hanya bisa berbahasa Inggris secara minim), kami segera menuju ke tempat shooting. Di perjalanan kami mampir terlebih dahulu ke sebuah resto kecil yang menjual soba. Kami makan siang dengan cepat, hanya 10 menit dan kemudian segera melanjutkan perjalanan. Setelah dipikir-pikir, malu juga karena terlihat dengan jelas nafsu kami untuk melihat pembuatan JAV ini. Tidak sampai lima menit, kemudian kami sampai di sebuah rumah kecil.

Kami masuk ke sana, dan tampak beberapa wanita dan pria muda duduk di sofa. Hiromi mengatakan, bahwa hari itu ada juga sessi audisi untuk para pemaian baru. Alangkah beruntungnya kami. Hiromi menawarkan apakah kami mau ikut melihat proses audisi. Tentu saja kami mau. Proses audisi ternyata berjalan dengan unik. Terdapat dua kamar di ujung rumah. Dua kandidat diminta masuk ke masing-masing ruangan; bisa saja kandidat tersebut adalah pria dan wanita, bisa juga wanita dan wanita, namun tidak pernah pria dan pria. Kami baru tahu alasannya setelah mengikuti proses audisi. Aku dan Andi masuk ke dalam sebuah ruangan. Di sana ada asisten Hiromi yang ternyata seorang wanita muda!. Hiromi menjelaskan singkat kepada asistennya, katakanlah saja namanya Keiko. Keiko menyambut kami dengan bahasa Jepang yang tidak kami mengerti. Namun senyumnya yang ramah, membuat kami merasa bahwa dia menyambut kami dengan hangat.

Proses audisi dilakukan dengan wawancara singkat yang tidak kami mengerti. Setelah itu, kandidat diminta untuk membuka pakaian hingga telanjang bulat. Tampak kandidiat tersebut tidak merasa sungkan atau jengah untuk menelanjangi dirinya. Dari dua kandidat yang kami lihat, tampak mereka mengenakan pakaian dalam yang seksi, pada umumnya berwarna hitam atau merah. G string selalu mereka kenakan, sehingga rambut kemaluan mereka tampak menyembul. Aku melihat ke arah Andi yang nampak sangat menikmati. Aku tahu bahwa dirinya sudah terangsang. Jangankan dia, aku saja mulai terangsang melihat tubuh-tubuh wanita yang seksi itu. Biasanya mereka diminta untuk merangsang diri mereka. Dan seperti dalam JAV pada umumnya, mereka mengeluarkan suara-suara lenguhan yang keras. Nampak bahwa sebagian dari mereka melenguh bukan karena rangsangan alami, namun sekadar akting. Setelah hal ini selesai, Keiko tampak mengangkat telepon. Sebentar lagi nampak seorang pria yang juga sudah bertelanjang bulat masuk ke ruangan. Ini adalah kandidat yang telah selesai dari ruang sebelah. Dalam bahasa Jepang, tampaknya Keiko memerintahkan agar mereka berdua melakukan foreplay. Dua orang yang tidak saling mengenal dan langsung diminta foreplay! Tampaknya inilah ujian mereka terhadap para pemain film biru. Mereka yang dapat langsung melakukan seks kepada orang yang tidak dikenal, pasti berpotensi untuk menjadi pemain film biru. Tampak juga mereka langsung melakukan foreplay tanpa jengah dan canggung. Yang menarik, foreplay tersebut tidak dilakukan melalui tahap berciuman dan sejenisnya. Mereka langsung saling menjelat kemaluan. Sang pria tanpa sungkan langsung menjilat dan memainkan vagina sang wanita, dan sang wanita kemudian tanpa sungkan pula meraih penis sang pria yang belum tegang benar dan langsung mengulumnya. Permainan ini sekitar 5 menit disaksikan oleh beberapa orang yang berbisik-bisik memberikan penilaian. Aku dan Andi sudah terangsang tingkat tinggi. Fantasiku juga sudah melambung, aku ingin mencoba audisi ini. Permainan diakhiri tanpa intercourse. Para kandidat dipersilakan keluar dari ruangan. Mereka keluar dengan telanjang bulat setelah memunguti pakaian yang mereka tanggalkan. Proses audisi berjalan sekitar 20-30 menit per kandidat. Pada audisi yang kedua, hal ini juga dilakukan. Perbedaannya kali bukan wanita dan pria, namun wanita dan wanita. Hiromi yang kemudian bergabung, menjelaskan bahwa walaupun Jepang bebas terhadap seks, namun permainan pria dengan pria masih belum dapat diterima secara luas. Sebagian besar JAV didominasi dengan permaianan seks antara pria dan wanita. Bahkan kalau ada adegan lesbian pun biasanya dalam scene threesome atau gangbang.

Hiromi kemudian mengajak kami melihat ke ruangan lain tempat shooting dilakukan. Sebuah ruangan bernuansa putih dengan sebuah tempat tidur di tengahnya. Tampak lampu-lampu pendukung sudah dinyalakan dan beberapa kamera sudah siap. Ada sekitar 4-5 kru dalam ruangan itu. Yang mengejutkan adalah sebagian dari kru itu adalah wanita. Bahkan salah satu kameraman adalah wanita. Di sana juga bersiap seorang fotografer. Hiromi menjelaskan bahwa pembuatan film biasanya pararel dengan membuat foto porno. Fotografer ini sudah biasa melakukan candid photography untuk foto-foto porno. Foto-foto ini menjadi konsumsi bagi majalah porno di Jepang atau keluar negeri. Dengan demikian maka sekali rengkuh dua pulau terlampaui. Jujur, kami baru tahu tentang hal ini.

Sesaat kemudian tampak seorang wanita seksi dan cantik masuk keruangan dengan menggunakan kimono (jubah mandi). Disusul dengan seorang pria yang juga mengenakan jubah yang serupa. Setelah dilakukan briefing oleh Hiromi, maka kedua pemain tersebut segera melepas jubahnya. Tubuh mereka sudah telanjang bulat dan kemudian mereka naik ke tempat tidur. Segera setelah dikatakan action, sang pria mulai dengan meraba dan memasukkan jarinya ke vagina sang wanita. Kameraman langsung beraksi demikian juga sang fotografer. Ruangan itu mendadak sunyi sehingga yang terdengar hanyalah suara nafsu dari kedua pemain tersebut. Beberapa saat kemudian, terdengar kata cut dari Hiromi. Kedua pemain ini menghentikan adegan sementara Hiromi mendekat kepada mereka untuk memberikan pengarahan. Kami baru tahu, bahwa ketika kami menonton film porno yang tampak natural itu, sebenarnya merupakan proses sambung dan menyambung dari beberapa adegan yang terpisah. Setelah briefing, mereka mengubah posisi untuk bersiap doggy style. Begitu perintah action diluncurkan, sang aktor pria segera memasukan penisnya ke dalam vagina sang wanita. Lenguhan langsung terdengar. Perlu dicatat, bahwa JAV sangat jarang memunculkan adegan dengan kondom. Semua adegan pasti dilakukan tanpa kondom. Sesaat kemudian terdengar lagi kata cut. Mereka menghentikan adegan. Yang menarik , begitu terdengar kata cut, sang pria segera mencabut penisnya dan kemudian memeganginya dengan tangannya dan menggetarkan-getarkannya seperti pria sedang mastubasi. Sementara dengan cepat seorang kru wanita menyodorkan dildo vibrator kepada sang wanita yang langsung diterima dan ditempelkan ke clitorisnya. Tampaknya ini dilakukan agar nafsu mereka tetap terjaga sementara Hiromi memberikan arahan. Selesai arahan mereka berganti posisi dan melanjutkan intercourse mereka. Proses ini berjalan kurang lebih 60 menit. Kru yang ada tampak sudah sangat terbiasa melihat hal ini, sehingga tidak nampak reaksi apapun ketika melihat adegan yang makin panas. Film diakhiri dengan adegan bukake (cumshoot – ejakulasi di muka wanita). Tanpa ekpresi berlebihan, kedua pemain kemudian turun dari tempat tidur sementara kru menyodorkan handuk. Setelah bicara sebentar dengan Hiromi mereka meninggalkan ruangan dengan memberi salam kepada semua kru. Hebat, kami belum pernah melihat sebuah aktivitas seks yang dilakukan tanpa emosi. Jadi selama ini, emosi yang tampak dalam film adalah sebuah hasil dari akting yang luar biasa.

Walaupun film biru adalah makanan kami sehari-hari, menonton pembuatannya tetap membuat kami panas dingin. Nafsuku sudah memuncak, vaginaku yang memang gampang basah, sudah basah kuyup. Tanpa mengenakan celana dalam, maka bercak lendir vagina itu sudah nampak jelas di celana pendek putihku. Andi bicara dengan Hiromi, aku tidak tahu apa yang dibicarakan. Sejurus kemudian, Andi menghampiriku dengan senyum yang terkembang. Dia berbisik, menanyakan apakah aku mau mencoba membuat film porno pribadi. Jantungku langsung berdebar. Betapa hebat suamiku ini, dia tahu persis apa fantasiku dan bagaimana memuaskanku. Aku langsung menyetujui. Kejutan berikutnya adalah bahwa aku akan berpasangan dengan bintang pria porno Jepang. Ternyata shooting berikutnya adalah pada malam hari, jadi terdapat jeda selama kurang lebih 3 jam. Biasanya jam ini digunakan oleh kru untuk beristirahat. Belakangan aku baru tahu, bahwa Andi menawarkan penggunaan idle hours kepada Hiromi untuk membuat film porno pendek untuk aku. Idenya adalah menggunakan waktu selama kurang lebih 60 menit untuk membuat sebuah film porno. Kapan lagi membuat film porno di tangan para profesional? Untuk itu Andi menawarkan fee sebanyak 50,000 yen kepada Hiromi (kurang lebih 5 juta). Bagi Hiromi, fee ini hanya untuk membayar kerja kru selama 60 menit itu, sedangkan untuk dia sendiri tidak dikenakan charge sebagai bentuk pertemanan. Dana sejumlah itu hanya cukup untuk membiayai satu kameraman dan aktor pria yang akan memainkan perannya selama 30 menit. Untuk memudahkan, maka lokasi yang digunakan adalah lokasi yang tadi digunakan untuk shooting, sehingga lampu dan property tidak perlu disiapkan lagi.

Beberapa saat kemudian, Hiromi datang kepadaku dengan tersenyum-senyum. Dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah dia menjelaskan kira-kira film seperti apa yang dibuat. Dia mencoba mengkondisikan suasana. Sementara itu Andi mulai melepas pakaianku. Aku tidak mengerti sepenuhnya tentang apa yang dikatakan Hiromi, kecuali kata ‘pelacur’ dan beberapa kata lainnya. Entah kenapa aku tiba-tiba merasa perlu untuk berimprovisasi. Aku mengatakan bahwa aku ingin agar semua kru dan yang melihat aku juga telanjang bulat. Andi cukup kaget, namun langsung mengangguk. Hiromi sendiri kaget, namun menyetujui karena buat dia ini aktivitas ini hanya untuk fun. Lagipula kami sudah pernah mengadakan pesta seks, sehingga kami sudah mengenal ‘barang’ masing-masing. Bahkan aku sudah pernah berhubungan seks dengan Hiromi di pesta tersebut. Kameraman yang bersedia mengambil gambar adalah kameraman wanita. Waktu Hiromi menyampaikan tentang syarat telanjang tersebut, kameraman tesebut tertawa tapi langsung mengangguk. Tak disangka, Keiko masuk ke ruangan. Dia kaget melihat banyak orang sudah telanjang. Hiromi kemudian menjelaskan. Tak disangka, Keiko mau ikut serta untuk menonton dan langsung membuka pakaiannya. Sangat pantas dia menjadi asisten Hiromi, tubuhnya sangat seksi. Rambut kemaluannya sangat lebat. Aku melihat ke arah Andi. Aku sudah sangat hafal akan seleranya, demikian juga bahasa tubuhnya jika terangsang. Perlahan aku melihat penis suamiku menegang setelah melihat tubuh telanjang Keiko.

Tidak berapa lama kemudian, seorang aktor muda pria masuk. Bertubuh tegap dan tinggi untuk ukuran orang Jepang serta berkulit matang. Hiromi kemudian memberikan brief singkat sementara sang aktor menganguk-angguk. Setelah itu, Hiromi mempersilakan aku dan pria itu naik ke atas ranjang. Walaupun aku adalah wanita yang sudah terbiasa dengan sex di depan publik, tetap saja jantungku berdebar. Sensasi mulai menjalar dalam tubuhku. Nafsuku mulai memuncak. Ketika Hiromi mengatakan action, pria itu mulai beraksi. Dimulai dengan meraba vagina dan clitorisku. Aku langsung mengejang. Sentuhannya memang berbeda, lembut namun langsung menuju kepada titik rangsang. Aku sendiri mulai meraba penisnya yang mulai menegang. Penisnya sendiri cukup besar, panjang dan keras. Dalam tanganku, terasa denyutan penisnya. Dia kemudian mulai menjilat vaginaku, aku terasa melayang. Aku sudah tidak lagi merasa canggung dan tidak lagi merasakan adanya cameraman yang berkeliling di sekitar kami untuk merekam. Selanjutnya aku sudah tidak lagi berpikir, aku sudah menikmati dan bergoyang sesuai dengan gejolak nafsuku. Di tengah-tengah itu aku mendengar teriakan cut. Aku jengkel sekali karena aku sedang menikmatinya, namun sang aktor langsung berhenti. Keiko menyodorkan vibrator kepadaku, namun aku menolak. Aku lebih suka mempertahankan nafsuku dengan mempermainkan clitoris dengan tanganku sendiri. Ternyata ini saatnya adegan penetrasi. Hiromi menanyakan kepadaku apakah aku menghendaki pria itu menggunakan kondom atau tidak. Jujur, aku sebenarnya ingin mengatakan tidak perlu, namun aku teringat komitmenku dengan Andi ketika memulai kehidupan seks yang bebas. Akhirnya aku mengatakan harus memakai kondom. Keiko menyodorkan kondom yang telah dibuka kepada sang aktor, yang langsung mengenakannya. Hiromi kemudian mengatakan action, dan tanpa basa basi sang aktor mulai mencoba memasukkan penisnya ke dalam vaginaku yang sudah basah kuyup. Dimulai dengan memukul-mukulkan kepala penisnya ke clitorisku. Aku langsung melayang. Penisnya yang keras mulai memasuki vaginaku dan terasa sensasi yang berbeda. Selanjutnya aku serasa tidak sadar, aku langsung menyambut permainan ini. Ketika aku melihat hasil rekaman, aku barus sadar bahwa gerakanku memang liar dan binal. Sang aktor pria ini terus mengocokkan penisnya ke dalam vaginaku, cepat, makin cepat, lalu melambat, cepat lagi dan seterusnya. Aku sudah kehilangan ‘kesadaranku’. Kehebatan aktor ini adalah dapat mengubah posisi tanpa harus mencabut penisnya dari vaginaku. Beberapa posisi unik yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, dilakukannya. Dalam rekaman tampak aku melenguh keras, seperti layaknya film porno Jepang. Waktu menjalaninya aku sendiri tidak pernah menyadari bahwa aku mengeluarkan suara-suara seperti itu. Aku sendiri mengalami dua kali orgasme. Yang kedua adalah sebuah orgasme panjang yang luar biasa. Beberapa saat kemudian, terdengar perintah dari Hiromi. Aku tidak mengerti, namun gerakan sang pria kemudian melambat dan kemudian berhenti. Tendengar teriakan cut, lalu dia mencabut penisnya dari vaginaku. Tampaknya waktu 30 menit sudah berlalu. Dia sendiri belum berejakulasi. Dia kemudian melepas kondomnya dan memasukannya ke dalam kantong plastik yang diberikan Keiko kepadanya. Dia tersenyum, menjabat tanganku, mengenakan jubah mandi dan kemudian meninggalkan ruangan. Baru kali ini aku menjumpai seorang pria yang berhubungan seks dan bisa sedingin itu. Bagi pelaku film porno, tampaknya seks sudah bukan lagi sesuatu yang dinikmati. Semuanya hanya sebuah aktivitas pekerjaan yang rutin harus dilakukan. Semuanya adalah akting yang harus dilakukan.

Aku sendiri masih berada di ranjang. Tampak bercak-bercak lendirku di ranjang tersebut. Kameraman wanita mengacungkan ibu jarinya dengan tersenyum, lalu dia membereskan perangkatnya. Dia mengenakan kembali pakaiannya dan kemudian keluar ruangan untuk mentrasfer hasil rekamannya ke sebuah cakram DVD. Hiromi sendiri masih telanjang, penisnya tidak tegang sedikitpun. Dia lalu mengenakan pakaiannya dan menyusul keluar ruangan. Sementara aku melihat penis Andi masih tegang, berdiri dengan tegak. Aku tahu suamiku selalu terangsang hebat jika melihat aku bermain dengan pria lain di hadapannya. Tampak Andi berbincang dengan Keiko sambil tertawa-tawa. Keiko sendiri masih telanjang bulat, dan tanpa canggung berbincang dengan Andi. Di ruangan itu tinggal kami bertiga. Andi tampak mengambil mobile phonenya, dan kemudian memulai memotret tubuh telanjang Keiko. Keiko sendiri tampak tidak keberatan. Setelah itu kami mulai mengenakan pakaian kami kembali. Aku tahu, Andi masih penasaran untuk merasakan tubuh Keiko. Karena itu aku mendekati Keiko untuk menanyakan apakah ada kemungkinan dia melayani Andi. Sayangnya Keiko mengatakan bahwa dia terkejar jadwal untuk shooting berikutnya.

Keluar dari ruangan, kami sudah disuguhi makanan. Hiromi, Keiko dan kami berdua makan bersama. Waktu menunjukkan sekitar jam 17.00. Kami berencana untuk kembali ke Tokyo dengan kereta jam 19.00. Setelah makan makan, Hiromi menyerahkan sebuah cakram DVD. Dia mengatakan, agar rekaman ini hanya untuk kepentingan pribadi saja. Ternyata ini perjanjian dengan aktor pria tadi, sehingga dia mau dibayar hanya 50 persen dari feenya. Jika ternyata rekaman ini digunakan untuk komersial atau dipublikasikan secara umum, sang aktor tentunya akan meminta fee yang berbeda. Ternyata memang benar, bahwa seks hanyalah sebuah pekerjaan baginya. Kami menyepakati hal ini. Itulah sebabnya kami tidak dapat menampilkan video itu dalam blog ini. Beberapa foto yang kami sertakan ini adalah foto yang kami ambil dari adegan dalam video tersebut namun dengan tidak menampilkan wajah dari aktor tersebut.

Hiromi melepas kami dan meminta maaf tidak dapat mengantar kami ke stasiun. Keiko yang mengantar kami. Di stasiun, Keiko melepas kami. Memeluk aku dan memberikan ciuman kepada Andi. Kami pulang ke Tokyo malam itu. Sepanjang perjalanan kami tertidur. Tertidur dengan rasa puas terhadap petualangan yang baru saja kami alami. Aku berterima kasih kepada Andi yang memiliki gagasan untuk membuat film pornoku. Ini hadiah yang luar biasa bagiku, terutama karena hari itu adalah hari dimana kami mulai pacaran dua puluh tahun yang lalu.

 

581 views
FILM DETAILS 2 weeks ago
Girl My Big Tits Pacar Dimainkan Film Porno Mihane Yuuki

Genre: JAPANESE

Release: 5/8/2017

Director: Mihane Yuuki

Cast: Girl 83 My Big Tits Pacar Dimainkan Film Porno Mihane Yuuki

Tags: , , , , , , ,

COMMENTS Would you like to comment?